Mahasiswa KKN-T 63 Universitas Trunojoyo Madura Meningkatkan Keteraturan dengan Pemasangan Plang Perbatasan Desa

Mahasiswa KKN-T 63 dari Universitas Trunojoyo Madura telah melaksanakan program yang bertujuan untuk meningkatkan keteraturan dan identitas desa dengan memasang plang perbatasan desa yang terbuat dari kayu. Program ini merupakan upaya untuk memperkuat kesadaran dan batasan antara Desa Bringsang dengan desa sebelah.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T 63 merencanakan dan melaksanakan pemasangan plang perbatasan yang terbuat dari kayu. Mereka menyadari bahwa pemasangan plang perbatasan ini akan memberikan manfaat yang signifikan, baik secara praktis maupun simbolis.

Dalam persiapan program ini, mahasiswa KKN-T 63 mempelajari batas-batas geografis antara Desa Bringsang dengan desa sebelah. Dengan bantuan penduduk setempat yang memiliki pengetahuan mendalam tentang wilayah tersebut, mereka menentukan titik-titik strategis di mana plang perbatasan akan dipasang. Plang tersebut kemudian dibuat dengan menggunakan kayu yang terpilih, dengan perhatian pada kualitas dan keawetan material.

Setelah plang selesai dibuat, tim mahasiswa melakukan pemasangan di lokasi yang telah ditentukan. Mereka mengukur dengan hati-hati dan memastikan plang ditempatkan secara akurat sesuai dengan batas desa yang telah ditetapkan. Selain itu, mereka juga memberikan sentuhan estetika dengan menghiasi plang menggunakan warna dan motif yang mencerminkan identitas Desa Bringsang.

Pemasangan plang perbatasan ini memberikan manfaat yang nyata bagi desa. Pertama-tama, plang tersebut memberikan kejelasan dan keteraturan bagi warga desa dan pengunjung dalam memahami batas wilayah. Hal ini membantu dalam menghindari konflik atau kebingungan tentang hak dan tanggung jawab di antara desa-desa yang berdekatan.

Masyarakat desa dan pengunjung merespons positif pemasangan plang perbatasan tersebut. Plang kayu yang indah dan terawat dengan baik mencuri perhatian mereka, sementara batas yang jelas memberikan rasa nyaman dan kepastian dalam beraktivitas di wilayah tersebut. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa KKN-T 63 berperan aktif dalam membangun desa dengan memperkuat identitas dan keteraturan melalui langkah-langkah yang sederhana namun signifikan.

Post a Comment

0 Comments